Category Archives: Teknologi

Ponsel Selfie Ready Stock Part2

Makanya harga di Lazada bisa ditekan jadi Rp2,199 juta saja,” tutur Amin lebih jauh. Bagi para pemburu smartphone dan tablet Samsung, juga bisa melirik booth di lantai dasar Roxy Mas. Harganya promo yang diberikan cukup menggiurkan. Tengok saja Galaxy Tab S 8.4 misalnya, yang hanya dibandrol Rp5,4 juta. Promo lain adalah Rp3,5 juta (Galaxy Tab 4 7”), Rp3,8 juta (Galaxy Tab 4 8”), Rp4,65 juta (Galaxy Tab 4 10”), dan Rp6,5 juta (Galaxy Tab S 10.5”).

Baca juga : Net89

Juga ada Rp1,975 juta (Galaxy Tab 3 Lite 7”) dan Rp1,6 juta (Galaxy Tab 3 7” WiFi). “Kami berani jamin harganya lebih murah dari distributor mas, karena sedang ada promo. Ditambah lagi ada hadiah langsung mulai emas 5 gram, voucher belanja 300 ribu hingga Rp1 juta, dan aksesoris seperti cover case, gym bag, atau stylus pen,” ujar Nia penjaga stan. Benar saja. Saat dicek di toko Samsung, harganya memang lebih mahal Rp500 ribu.

Acer Tiga Kartu Setelah punya beberapa tipe jagoan, ternyata Acer cukup rajin merilis tipe baru. Dua tipe baru yang siap dimiliki adalah Liquid Z200 dan E700. Untuk pemula, Acer menawarkan Liquid Z200 seharga Rp800 ribu, sudah dibekali OS Android terbaru, KitKat. “Ini paling baru mas. Pilihan warnanya ngejreng, ada hitam, putih, pink, biru muda dan kuning,” ujar penjaga toko Erafone yang punya stok beberapa tipe Acer Liquid.

Meski murah, Z200 dilengkapi ftur penting Acer seperti AcerRAPID, sebuah tombol untuk memotret, menjawab dan mengakhiri panggilan telepon. Tipe terbaru satu lagi adalah Liquid E700, android tiga kartu GSM dengan prosesor quad core dan RAM 2GB yang dibandrol Rp2,999 juta. Tiga kartu bersifat triple standby, artinya ketiganya aktif namun jika salah satu nomor ditelepon, maka nomor lain hanya bisa menerima SMS saja. Menurut penjaga toko, Acer Liquid ini diberikan garansi 3 tahun, 1 tahun pertama garansi spare part dan servis, lalu 2 tahun berikutnya garansi servis.

Harga dan Performa Jadi Pertaruhan Bagian 2

Yang jelas, pengguna ponsel kelas menengah tetap bisa menikmati kelengkapan ftur ponsel kelas atas, namun tentu saja bukan kualitas terbaik. Tentu banyak yang sudah merasa cukup memiliki ponsel berkamera 5 MP, tak harus 13 MP bukan? Begitu pula sistem operasi, tak harus yang terbaru seperti Adroid 4.4 KitKat, tapi mungkin sudah merasa cukup dengan Android 4.2 Jelly Bean.

Ponsel kelas menengah tumbuh Menurut Oky Gunawan, Head of Sales Marketing Sony Mobile Indonesia, pasar smartphone kelas bawah yang harganya Rp 1,5 juta ke bawah punya pengguna paling besar, mencapai 65 persen. Sedangkan pasar kelas atas masih di kisaran 15-20 persen, dengan kisaran harga di atas Rp 3 juta. Sisanya adalah ponsel kelas menengah, yang berarti punya kisaran harga Rp 1.5 juta hingga Rp 3 juta.

Meskipun pasar ponsel bawah ini paling besar, namun menurut Oky, pasar smartphone di Indonesia akan terus tumbuh seiring semakin turunnya popularitas feature phone. Pasar smartphone ini tentu saja diisi oleh ponsel kelas menengah dan kelas atas. Hal senada juga disampaikan Janto Djojo, Marketing Director Evercoss yang ditemui di Bandung.

Janto melihat bahwa di pasar kini sudah mulai terjadi perpindahan dari feature phone ke smartphone, meskipun dia tidak punya angka pastinya. Indikasinya, setiap bulan September dan Oktober angka penjualan secara unit turun, tapi valuenya naik. Angka ini bisa dijelaskan, karena harga per unit smartphone tentu lebih mahal daripada harga feature phone. Artinya, jika smartphone terjual satu unit saja, baru bisa diimbangi oleh terjualnya feature phone sebanyak empat atau lima unit.

Harga dan Performa Jadi Pertaruhan

Teknorus.com – Kelas menengah memang selalu meriah, membuat perubahan dan penuh inovasi. Smartphone di kelas menengah memang tampak menjadi incaran semua vendor. Seperti juga produk lain, pasar ponsel juga terbagi menjadi tiga kategori besar; yaitu kelas atas (high end), kelas menengah (middle end) dan kelas bawah (low end).

Baca juga :  WA WEB

Ponsel kelas atas dan menengah biasanya sudah tergolong ke dalam ponsel pintar (smartphone) karena sudah dibekali sistem operasi yang membuatnya bisa diisi banyak aplikasi dan game. Sementara ponsel kelas bawah, saja hanya menawarkan ftur komunikasi dasar (telepon, SMS) ditambah hiburan (audio player, radio).

Bicara kualitas ftur, tentu saja smartphone kelas atas menjadi yang terlengkap dan tercanggih dengan teknologi terbaru. Misalnya dari sisi kamera, sudah berbekal resolusi tertinggi dan sensor terbaru. Di sisi sistem operasi, sudah diisi dengan versi paling baru. Kualitas layar juga yang tertinggi dan memakai teknologi paling mutakhir, sehingga tampilannya sangat tajam dan cemerlang. Dari sisi desain, ponsel kelas atas ini juga digarap serius, dengan memakai bahan kualitas tinggi.

Semua itu tentu saja harus dibayar dengan harga yang sesuai, yaitu harga yang mahal. Memang, di segmen ini, faktor harga seakan tak menjadi hambatan. Bahkan ada semacam kebanggaan, jika seseorang mampu membeli sebuah smartphone terbaru dengan harga tinggi, asalkan dia menjadi orang pertama atau sedikit orang yang memilikinya.

Faktor gaya hidup dan gengsi sangat diperhatikan di segmen ini. Sebaliknya, vendor ponsel kelas bawah menyadari begitu sensitifnya konsumen terhadap harga. Semua akan dipertimbangkan dari sisi harga, mana produk yang harganya termurah. Soal kelengkapan dan kualitas ftur menjadi urusan berikutnya. Umumnya, ponsel kelas bawah ini didominasi oleh feature phone yang tidak bersistem operasi terbuka, punya prosesor dan memori terbatas. Namun, adanya OS Android yang bebas membuat segmen kelas bawah ini juga banyak diisi oleh smartphone berbasis Android.

Nah, ponsel kelas menengah ada di antaranya. Menawarkan ponsel berftur lengkap, namun dengan harga lebih terjangkau. Seperti orang tawar menawar, maka produsen akan mengurangi kualitas ponsel di kelas atas, namun tidak mengurangi kelengkapannya. Misalnya resolusi layar diturunkan, ftur dan resolusi kamera dikurangi, kecepatan prosesor dan memori RAM diturunkan, dan seterusnya.