Category Archives: Parenting

Cari Tahu Cara Bersalin Minim Nyeri Bag2

Sebenarnya, jika taksiran berat janin saat ini lebih kecil dari anak sebelumnya atau Mama sudah pernah melahirkan, maka nyeri yang dirasakan akan lebih ringan. Begitu juga pada riwayat induksi persalinan. Memang, dengan induksi, rahim dipaksa berkontraksi untuk mencapai tekanan tertentu. Alhasil, nyeri datang tiba-tiba dibandingkan dengan persalinan normal tanpa induksi.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Namun, baik intensitas maupun frekuensi dan tekanan nyerinya, sebenarnya sama saja. bNah, nyeri yang dirasa berlebihan ini, semua berkaitan erat dengan faktor psikologis dan kesiapan Mama dalam menghadapi persalinan. Rasa takut nyeri dapat dikurangi dengan beberapa upaya, seperti dukungan keluarga, peran pendamping yang kondusif, kemampuan mengatasi cemas, dan tentu saja terus berupaya berpikir positif. Terlepas dari metode mana yang dipilih, berdoa menurut keyakinan Mama sangatlah membantu. Semoga si kecil lahir dalam kondisi sehat, ya Ma.

Minim Nyeri Dengan Metode Non-Farmakologi

Metode mengurangi nyeri melahirkan tanpa melibatkan obat-obatan ini dilakukan dengan cara-cara berikut: • Dukungan keluarga, terutama suami. Melahirkan adalah proses dan pengalaman besar yang akan dijalani Mama. Pendampingan dan dukungan dari pihak keluarga, terutama suami, sangatlah penting. Suami menjadi penyemangat istri saat menjalani proses persalinan agar lancar.

Dengan adanya dukungan, Mama makin termotivasi untuk mampu menghadapi persalinan yang terasa sakit hingga sang bayi akhirnya lahir. Bentuk dukungan suami bisa beragam. Misalnya, memberikan kata-kata penyemangat, mengelus/memijat lembut punggung Mama, atau mengelap keringat yang mengucur. Bahkan, sekadar membetulkan posisi bantal Mama sudah menjadi dukungan yang luar biasa bagi istri. • Metode hypnobirthing.

Dengan hypnobirthing, Mama dapat menjalani persalinan yang alami, nyaman, dan lancar sehingga tidak merasakan sakit. Dasar untuk melakukan hypnobirthing adalah relaksasi, diikuti teknik af rmasi dan visualisasi. Caranya, Mama memprogram ulang rekaman rasa sakit yang sudah terekam di jiwa bawah sadar, sehingga merasa relaks ketika menghadapi persalinan. Teknik af rmasi dilakukan dengan cara mengulang kalimat-kalimat positif, semisal, proses persalinan berjalan dengan alami, nyaman, dan lancar. Pastikan untuk mengatakan nyaman (bukan tanpa sakit) atau lancar (bukan cepat).

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Time Out Efektif Buat Si Prasekolah Bag2

Contoh, seperti Hana tadi, melempar barang, memukul ka kak/adik, menggigit, marah-marah sambil berte riak atau guling-guling, dan seterusnya. Dalam pelaksanaannya, time out bisa dilakukan dengan meminta si prasekolah untuk dudukdi salah satu sudut rumah yang minim gangguan (misal, lalu lalang orang rumah, TV, mainan) atau memintanya masuk ke ruangan lain. Tapi jangan pilih ruangan gelap, lebih lagi kita sengaja mengunci anak dari luar.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Sebab, tujuan kita bukan untuk menakutinya, tetapi memberinya jeda waktu untuk meredakan emosi dan menenangkan diri. Selain itu, selama time out kita sebaiknya tidak menghujani si prasekolah dengan rangkaian nasihat, ceramah, omelan, apalagi bentakan. Justru jeda waktu seperti ini sama-sama membantu anak dan kita menenangkan diri setelah menghadapi situasi yang “panas”. Cukup katakan dengan tegas beberapa kalimat pendek, misal, “Tidak boleh gigit, itu sakit.” Oleh karena hanya bersifat sementara, waktu yang diberlakukan juga tidak boleh terlalu lama.

Para ahli sepakat, waktu untuk time out disesuaikan dengan usia anak dikali 1 menit. Jadi, time out untuk anak 4 tahun adalah 4 menit, 5 tahun adalah 5 menit, dan seterusnya. Namun, sesuaikan juga de ngan keadaan anak. Jika dalam waktu kurang yang ditentukan, si prasekolah sudah lebih tenang, kita bisa melakukan time in: dekati anak, merangkulnya, dan menghargai usahanya menenangkan diri sendiri.

Praktik Di Rumah

Secara teori, penerapan time out terdengar mudah dilakukan. Namun, pada praktiknya, perlu konsistensi orangtua. Kadang harus diakui, kita mudah terpancing alias ikut terbawa emosi saat menghadapi si prasekolah yang sedang merengek, mena ngis sambil berteriak, atau marah-marah melempar barang. Kalau sudah begitu, pasti akan saling balas-balasan.

Anak berintonasi tinggi, kita akan berkata lebih tinggi lagi, begitu seterusnya. Psikolog Nadia Hapsari mengatakan, penerapan time out di rumah sangat bergantung pada kondisi keluarga di rumah, mulai keberadaan orangtua hingga jumlah anak di rumah. Cobalah berdiskusi dengan pasangan, aturan apa saja yang perlu di sepakati soal penerapan time out, se perti pilihan tempat, waktu, dan bagaimana follow up-nya.

Sumber : https://eduvita.org/

Dokter Keluarga Bisa Bantu Persalinan

Jika kehamilan Mama baik-baik saja dan termasuk dalam risiko rendah, proses kelahiran bayi boleh saja dibantu oleh dokter keluarga. Toh, menurut studi yang dimuat di Canadian Medical Association Journal, risiko dalam persalinan berisiko rendah tetap sama, baik jika dibantu oleh dokter keluarga maupun dokter kandungan.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

“Sementara bila kehamilan termasuk berisiko tinggi, proses per salinan di rumah sakit di bawah pengawasan dokter spesialis akan sangat berpengaruh terhadap kondisi mama dan bayi,” kata Dr. Kris Aubrey-Bassler, peneliti dan Asisten Profesor di bidang Kedokteran Keluarga dari Primary Healthcare Research Unit, Memorial University of Newfoundland, Kanada. Nah, ini bisa jadi salah satu pertimbangan Mama.

Tahapan Induksi

# Bicarakan risiko dan manfaatnya dengan dokter obgin. Menurut Kim Gregory, MD, wakil ketua Department of OB-GYN Women’s Health Care Quality and Performance Improvement at Cedars Sinai Medical Center in Los Angeles, induksi bisa berlangsung buruk bila dilakukan tanpa alasan yang memadai. Untuk itu, sebaiknya Mama Papa membahasnya terlebih dahulu tentang manfaat serta risiko yang mungkin timbul dari proses induksi. Tanyakan pada dokter obgin, apakah induksi benar-benar diperlukan? Adakah cara yang lebih alami untuk merangsang kontraksi? Dengan begitu, kalaupun induksi perlu dilakukan, Mama Papa bisa lebih siap secara mental dan fisik.

# Biasanya induksi dilakukan melalui infus. Ada beberapa cara yang dilakukan dokter dalam melakukan induksi, yaitu secara kimia dan mekanik. Induksi dengan cara kimia bisa dilakukan dengan pemberian obat minum, obat yang dimasukkan ke dalam vagina, atau pemberian hormon melalui infus. Sedangkan induksi secara mekanik dilakukan dengan memasang balon kateter pada mulut rahim. Namun, pada umumnya, induksi dilakukan melalui infus.

# Secara intens memantau kondisi janin melalui CTG. Sebelum dan selama proses induksi dilakukan, pemeriksaan CTG penting dilakukan untuk memantau kesehatan janin. Pastikan tenaga medis melakukan pengecekan kesehatan janin maupun Mama secara berkala. # Pantauan pembukaan. Layaknya proses persalinan tanpa induksi, pemeriksaan dalam tetap dilakukan guna memantau pembukaan jalan lahir. Ada induksi yang berjalan cepat, karena jalan lahir mudah terbuka; ada pula induksi yang membutuhkan waktu lama, karena proses pembukaan berjalan lambat.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Maunya Ngemil Terus

Anak-anak membutuhkan banyak energi untuk mendukung aktivitasnya sehari-hari. Secara alamiah, tubuh mereka akan memberi “sinyal” jika energi yang tersedia mulai turun, salah satunya dengan rasa lapar. Saat mulai merasa lapar, wajar anak mencari sesuatu yang dapat memuaskan nafsu makannya. Nah, kebutuhan harian anak tidak selalu sama.

Adakalanya anak merasa cukup dengan makanan utama, ada pula ia makan dan ngemil lebih banyak dari biasanya. Suka ngemil juga menunjukkan tahap perkembangan anak, yakni kemandirian yang umumnya berkembang di usia 3 tahun ke atas. Pada saat ini, anak ingin menunjukkan otonominya dalam berbagai hal, salah satunya dalam perilaku makan. Ia mau memilih apa yang hendak ia makan dan kapan ia ingin menikmatinya.

Perilaku Ngemil Sehat

Selanjutnya? Tinjau kembali perilaku ngemil kita. Jika selama ini masih lebih suka ngemil makanan kemasan, sebaiknya mulai dikurangi. Kalaupun tak sempat membuat, alihkan hobi jajan makanan kemasan menjadi jajan camilan tradisional atau buahbuahan. Perilaku ngemil sehat itu dimulai dari kita sebagai orangtua dan anak akan segera menirunya. Selain itu, mari kita intip tip berikut.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Terapkan jadwal makan teratur berikut jadwal camilan. Anak usia prasekolah umumnya memerlukan 2—3x sesi ngemil di antara makanan berat/ utama. Hal ini penting untuk menanamkan fondasi utama kedisiplinan yaitu keteraturan. Melalui jadwal makan, anak belajar meregulasi diri serta mengendalikan keinginan-keinginannya sejak dini. Dengan memberi sesi camilan, ini membantu anak mengelola rasa laparnya sebelum waktu makan makanan utama.

Tapi, hindari memberikan camilan yang mengenyangkan, seperti kue-kue berkabohidrat tinggi. Khawatirnya, saat jam makan tiba anak masih kenyang sehingga enggan makan. Ajak si prasekolah merencanakan makananmakanannya. Informasikan bahan-bahan yang tersedia di rumah untuk membuat makan malam, misal, dan diskusikan menu berdasarkan ketersediaan bahan. Di akhir pekan, kita bisa mengajaknya berbelanja bahan-bahan dari menu yang sudah direncanakan bersama itu. Biasakan anak membawa bekal saat bepergian atau sekolah.

Jika memungkinkan, sajikan makanan yang dibuat sendiri di rumah. Makanan yang dibuat sendiri lebih dapat dikontrol kandungangizinya dan kebersihannya. Sebisa mungkin tunda izin untuk jajan hingga usianya lebih besar. Makanan dengan kandungan serat dan air yang tinggi oleh para ahli dianggap dapat memberi efek kenyang yang lebih lama. Maka berikan buah-buahan, olahan sayuran, atau makanan berserat lainnya sebagai pilihan yang lebih sehat.

Pada saat-saat tertentu, makanan tinggi gula/ garam dan tinggi kalori seperti cake, keripik, atau es krim dapat menjadi hadiah yang menyenangkan bagi anak. Walaupun bukanlah pilihan yang ideal, tetapi reward berupa makanan tidak ada salahnya sesekali diberikan. Tapi ingat, hanya sesekali, tidak dalam frekuensi yang sering. Sebisa mungkin pilih objek selain makanan jika ingin memberi reward pada anak.

 

Khawatir Rumput Fatimah

Saya (25) sedang mengandung 18 minggu, anak pertama. Ibu mertua menyuruh saya menyiapkan rumput fatimah agar bisa memperlancar proses kelahiran. Tapi saya masih ragu, apakah benar seperti itu? Dosisnya juga tidak jelas.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Kakak ipar dulu melakukan hal demikian dan bisa melalui kelahiran normal. Bagaimana pendapat dokter judi? Apa bedanya de ngan obat perangsang kelahiran/ induksi yang diberikan dokter menjelang kelahiran? Mohon jawaban. Terima kasih. Arfah Nilasari – Madiun

Rumput Fatimah dilarang diberikan kepada ibu hamil karena dapat menyebabkan kontraksi rahim berlebihan sehingga terjadi persalinan yang sangat cepat (abnormal, disebut partus presipitatus). Persalinan cepat ini dapat mengakibatkan robekan jalan lahir, trauma kepala janin, dan kematian akibat perdarahan. Komplikasi tersebut disebabkan zat aktif semacam oksitosin yang merangsang kontraksi rahim dengan dosis yang tidak diketahui.

Semakin pekat atau banyaknya rumput yang dipakai tersebut semakin besar pula penyulit yang mungkin terjadi. Pada proses persalinan terjadi pembukaan mulut rahim dan penurunan kepala ke dasar rongga panggul secara bertahap: janin dan jalan lahir memerlukan proses adaptasi sesuai waktu yang diperlukan pada persalinan normal.

Pemberian rumput Fatimah menyebabkan mulut rahim dipaksa membuka dan kepala janin dipaksa turun dalam waktu singkat, sehingga terjadilah robekan jalan lahir dan trauma pada kepala dan otak janin. Komplikasi ini dapat menyebabkan perdarahan dan kematian pada ibu bersalin dan atau janinnya. Pemberian rumput Fatimah tersebut tidak punya indikasi medis dan dapat berbahaya.

REMPONG MEMILIH BAJU “Salam kenal nakita. Ini foto saat kehamilan keduaku. Kebetulan aku sangat memerhatikan penampilan. Dalam urusan memilih baju aku sangat rempong. He he he. Apalagi berat badanku setiap minggu naik, enggak nyaman rasanya kalau pakai baju atau dress yang sempit. Suami juga support aku asal aku happy. Kegiatan sehari-hariku selain antar anak pertama sekolah TK, aku juga menemani suami jaga toko di salah satu mal. Jadi setiap hari aku bertemu banyak customer.” JEANNY ENDIRA, 8 BULAN

Sumber : pascal-edu.com