Category Archives: Parenting

Maunya Ngemil Terus

Anak-anak membutuhkan banyak energi untuk mendukung aktivitasnya sehari-hari. Secara alamiah, tubuh mereka akan memberi “sinyal” jika energi yang tersedia mulai turun, salah satunya dengan rasa lapar. Saat mulai merasa lapar, wajar anak mencari sesuatu yang dapat memuaskan nafsu makannya. Nah, kebutuhan harian anak tidak selalu sama.

Adakalanya anak merasa cukup dengan makanan utama, ada pula ia makan dan ngemil lebih banyak dari biasanya. Suka ngemil juga menunjukkan tahap perkembangan anak, yakni kemandirian yang umumnya berkembang di usia 3 tahun ke atas. Pada saat ini, anak ingin menunjukkan otonominya dalam berbagai hal, salah satunya dalam perilaku makan. Ia mau memilih apa yang hendak ia makan dan kapan ia ingin menikmatinya.

Perilaku Ngemil Sehat

Selanjutnya? Tinjau kembali perilaku ngemil kita. Jika selama ini masih lebih suka ngemil makanan kemasan, sebaiknya mulai dikurangi. Kalaupun tak sempat membuat, alihkan hobi jajan makanan kemasan menjadi jajan camilan tradisional atau buahbuahan. Perilaku ngemil sehat itu dimulai dari kita sebagai orangtua dan anak akan segera menirunya. Selain itu, mari kita intip tip berikut.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Terapkan jadwal makan teratur berikut jadwal camilan. Anak usia prasekolah umumnya memerlukan 2—3x sesi ngemil di antara makanan berat/ utama. Hal ini penting untuk menanamkan fondasi utama kedisiplinan yaitu keteraturan. Melalui jadwal makan, anak belajar meregulasi diri serta mengendalikan keinginan-keinginannya sejak dini. Dengan memberi sesi camilan, ini membantu anak mengelola rasa laparnya sebelum waktu makan makanan utama.

Tapi, hindari memberikan camilan yang mengenyangkan, seperti kue-kue berkabohidrat tinggi. Khawatirnya, saat jam makan tiba anak masih kenyang sehingga enggan makan. Ajak si prasekolah merencanakan makananmakanannya. Informasikan bahan-bahan yang tersedia di rumah untuk membuat makan malam, misal, dan diskusikan menu berdasarkan ketersediaan bahan. Di akhir pekan, kita bisa mengajaknya berbelanja bahan-bahan dari menu yang sudah direncanakan bersama itu. Biasakan anak membawa bekal saat bepergian atau sekolah.

Jika memungkinkan, sajikan makanan yang dibuat sendiri di rumah. Makanan yang dibuat sendiri lebih dapat dikontrol kandungangizinya dan kebersihannya. Sebisa mungkin tunda izin untuk jajan hingga usianya lebih besar. Makanan dengan kandungan serat dan air yang tinggi oleh para ahli dianggap dapat memberi efek kenyang yang lebih lama. Maka berikan buah-buahan, olahan sayuran, atau makanan berserat lainnya sebagai pilihan yang lebih sehat.

Pada saat-saat tertentu, makanan tinggi gula/ garam dan tinggi kalori seperti cake, keripik, atau es krim dapat menjadi hadiah yang menyenangkan bagi anak. Walaupun bukanlah pilihan yang ideal, tetapi reward berupa makanan tidak ada salahnya sesekali diberikan. Tapi ingat, hanya sesekali, tidak dalam frekuensi yang sering. Sebisa mungkin pilih objek selain makanan jika ingin memberi reward pada anak.

 

Khawatir Rumput Fatimah

Saya (25) sedang mengandung 18 minggu, anak pertama. Ibu mertua menyuruh saya menyiapkan rumput fatimah agar bisa memperlancar proses kelahiran. Tapi saya masih ragu, apakah benar seperti itu? Dosisnya juga tidak jelas.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Kakak ipar dulu melakukan hal demikian dan bisa melalui kelahiran normal. Bagaimana pendapat dokter judi? Apa bedanya de ngan obat perangsang kelahiran/ induksi yang diberikan dokter menjelang kelahiran? Mohon jawaban. Terima kasih. Arfah Nilasari – Madiun

Rumput Fatimah dilarang diberikan kepada ibu hamil karena dapat menyebabkan kontraksi rahim berlebihan sehingga terjadi persalinan yang sangat cepat (abnormal, disebut partus presipitatus). Persalinan cepat ini dapat mengakibatkan robekan jalan lahir, trauma kepala janin, dan kematian akibat perdarahan. Komplikasi tersebut disebabkan zat aktif semacam oksitosin yang merangsang kontraksi rahim dengan dosis yang tidak diketahui.

Semakin pekat atau banyaknya rumput yang dipakai tersebut semakin besar pula penyulit yang mungkin terjadi. Pada proses persalinan terjadi pembukaan mulut rahim dan penurunan kepala ke dasar rongga panggul secara bertahap: janin dan jalan lahir memerlukan proses adaptasi sesuai waktu yang diperlukan pada persalinan normal.

Pemberian rumput Fatimah menyebabkan mulut rahim dipaksa membuka dan kepala janin dipaksa turun dalam waktu singkat, sehingga terjadilah robekan jalan lahir dan trauma pada kepala dan otak janin. Komplikasi ini dapat menyebabkan perdarahan dan kematian pada ibu bersalin dan atau janinnya. Pemberian rumput Fatimah tersebut tidak punya indikasi medis dan dapat berbahaya.

REMPONG MEMILIH BAJU “Salam kenal nakita. Ini foto saat kehamilan keduaku. Kebetulan aku sangat memerhatikan penampilan. Dalam urusan memilih baju aku sangat rempong. He he he. Apalagi berat badanku setiap minggu naik, enggak nyaman rasanya kalau pakai baju atau dress yang sempit. Suami juga support aku asal aku happy. Kegiatan sehari-hariku selain antar anak pertama sekolah TK, aku juga menemani suami jaga toko di salah satu mal. Jadi setiap hari aku bertemu banyak customer.” JEANNY ENDIRA, 8 BULAN

Sumber : pascal-edu.com