Asap Rokok Sebabkan Gigi Anak Berlubang

Satu lagi alasan bagi Mama dan anggota keluarga lain untuk berhenti merokok, karena paparan asapnya bisa berdampak buruk bagi anak, apalagi jika terjadi sejak anak masih bayi. Riset dari Jepang memperlihatkan, anak-anak yang sudah terpapar asap rokok sejak usia 4 bulan berisiko mengalami gigi berlubang pada usia 3 tahun.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Dibandingkan anak-anak lain yang orangtuanya tidak merokok, anak-anak ini memiliki risiko dua kali lebih besar mengalami gigi berlubang. Menurut Dr. Koji Kawakami, Kepala Bagian Pharmacoepidemiology dan Clinical Research Management di Kyoto University, paparan asap rokok saat ini telah memengaruhi empat dari sepuluh anak di seluruh dunia. “Dalam penelitian kami, lebih dari separuh anak memiliki anggota keluarga yang merokok dan kebanyakan perokok adalah dari pihak ayah,” kata Kawakami.

Konsumsi Antibiotik Pengaruhi Bobot Anak

Semakin besar dosis dan semakin lama anak terpapar antibiotik, semakin besar kemungkinannya mengalami kenaikan berat badan dan sulit menurunkannya, demikian hasil studi yang dimuat di International Journal of Obesity. Menurut Brian Schwartz, Profesor Ilmu Kesehatan Lingkungan di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, antibiotik akan menghilangkan mikrobioma yang terdapat di pencernaan dan menggantinya dengan bakteri yang kurang bermanfaat, sehingga akan berpengaruh terhadap berat badan anak. “Jika paparan antibiotik ini tidak sering, mikrobioma akan bisa muncul kembali. Tapi jika anak banyak minum antibiotik, kondisi bakteri di saluran pencernaan akan semakin memburuk dan tidak bisa kembali seperti sediakala,” kata Schwartz.

Kala Si Kecil Susah Makan Apakah si prasekolah Mama mulai pilah-pilih makanan? Wajar, kok, Ma, sepanjang anak bertumbuh normal. Memang umum dialami oleh anak prasekolah, masamasa dimana anak enggan duduk tenang sambil makan dalam waktu agak lama, lebih doyan ngemil, dan sangat pemilih. Kadang kita cenderung memaksa anak makan lebih banyak, tetapi hal ini sebaiknya tidak dilakukan. Semakin kita menekan anak untuk makan, semakin ia menolak makan. Jadi, cobalah alternatif dengan menawarkan beragam jenis makanan. Berikan anak kesempatan makan yang ia mau dan seberapa banyak. Selain itu, berusahalah untuk menjadi contoh yang baik bagi anak saat makan.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *