Time Out Efektif Buat Si Prasekolah Bag2

Contoh, seperti Hana tadi, melempar barang, memukul ka kak/adik, menggigit, marah-marah sambil berte riak atau guling-guling, dan seterusnya. Dalam pelaksanaannya, time out bisa dilakukan dengan meminta si prasekolah untuk dudukdi salah satu sudut rumah yang minim gangguan (misal, lalu lalang orang rumah, TV, mainan) atau memintanya masuk ke ruangan lain. Tapi jangan pilih ruangan gelap, lebih lagi kita sengaja mengunci anak dari luar.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Sebab, tujuan kita bukan untuk menakutinya, tetapi memberinya jeda waktu untuk meredakan emosi dan menenangkan diri. Selain itu, selama time out kita sebaiknya tidak menghujani si prasekolah dengan rangkaian nasihat, ceramah, omelan, apalagi bentakan. Justru jeda waktu seperti ini sama-sama membantu anak dan kita menenangkan diri setelah menghadapi situasi yang “panas”. Cukup katakan dengan tegas beberapa kalimat pendek, misal, “Tidak boleh gigit, itu sakit.” Oleh karena hanya bersifat sementara, waktu yang diberlakukan juga tidak boleh terlalu lama.

Para ahli sepakat, waktu untuk time out disesuaikan dengan usia anak dikali 1 menit. Jadi, time out untuk anak 4 tahun adalah 4 menit, 5 tahun adalah 5 menit, dan seterusnya. Namun, sesuaikan juga de ngan keadaan anak. Jika dalam waktu kurang yang ditentukan, si prasekolah sudah lebih tenang, kita bisa melakukan time in: dekati anak, merangkulnya, dan menghargai usahanya menenangkan diri sendiri.

Praktik Di Rumah

Secara teori, penerapan time out terdengar mudah dilakukan. Namun, pada praktiknya, perlu konsistensi orangtua. Kadang harus diakui, kita mudah terpancing alias ikut terbawa emosi saat menghadapi si prasekolah yang sedang merengek, mena ngis sambil berteriak, atau marah-marah melempar barang. Kalau sudah begitu, pasti akan saling balas-balasan.

Anak berintonasi tinggi, kita akan berkata lebih tinggi lagi, begitu seterusnya. Psikolog Nadia Hapsari mengatakan, penerapan time out di rumah sangat bergantung pada kondisi keluarga di rumah, mulai keberadaan orangtua hingga jumlah anak di rumah. Cobalah berdiskusi dengan pasangan, aturan apa saja yang perlu di sepakati soal penerapan time out, se perti pilihan tempat, waktu, dan bagaimana follow up-nya.

Sumber : https://eduvita.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *