Perilaku Ngemil Sehat

Selanjutnya? Tinjau kembali perilaku ngemil kita. Jika selama ini masih lebih suka ngemil makanan kemasan, sebaiknya mulai dikurangi. Kalaupun tak sempat membuat, alihkan hobi jajan makanan kemasan menjadi jajan camilan tradisional atau buahbuahan. Perilaku ngemil sehat itu dimulai dari kita sebagai orangtua dan anak akan segera menirunya. Selain itu, mari kita intip tip berikut.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Terapkan jadwal makan teratur berikut jadwal camilan. Anak usia prasekolah umumnya memerlukan 2—3x sesi ngemil di antara makanan berat/ utama. Hal ini penting untuk menanamkan fondasi utama kedisiplinan yaitu keteraturan. Melalui jadwal makan, anak belajar meregulasi diri serta mengendalikan keinginan-keinginannya sejak dini. Dengan memberi sesi camilan, ini membantu anak mengelola rasa laparnya sebelum waktu makan makanan utama.

Tapi, hindari memberikan camilan yang mengenyangkan, seperti kue-kue berkabohidrat tinggi. Khawatirnya, saat jam makan tiba anak masih kenyang sehingga enggan makan. Ajak si prasekolah merencanakan makananmakanannya. Informasikan bahan-bahan yang tersedia di rumah untuk membuat makan malam, misal, dan diskusikan menu berdasarkan ketersediaan bahan. Di akhir pekan, kita bisa mengajaknya berbelanja bahan-bahan dari menu yang sudah direncanakan bersama itu. Biasakan anak membawa bekal saat bepergian atau sekolah.

Jika memungkinkan, sajikan makanan yang dibuat sendiri di rumah. Makanan yang dibuat sendiri lebih dapat dikontrol kandungangizinya dan kebersihannya. Sebisa mungkin tunda izin untuk jajan hingga usianya lebih besar. Makanan dengan kandungan serat dan air yang tinggi oleh para ahli dianggap dapat memberi efek kenyang yang lebih lama. Maka berikan buah-buahan, olahan sayuran, atau makanan berserat lainnya sebagai pilihan yang lebih sehat.

Pada saat-saat tertentu, makanan tinggi gula/ garam dan tinggi kalori seperti cake, keripik, atau es krim dapat menjadi hadiah yang menyenangkan bagi anak. Walaupun bukanlah pilihan yang ideal, tetapi reward berupa makanan tidak ada salahnya sesekali diberikan. Tapi ingat, hanya sesekali, tidak dalam frekuensi yang sering. Sebisa mungkin pilih objek selain makanan jika ingin memberi reward pada anak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *