Seru Memotret Bayi

Ada jutaan bayi yang lahir tiap hari, dan selalu menghadirkan keceriaan di keluarganya. Berikut beberapa tips dari Digital Photography School.

Seru Memotret Bayi

1. Saat pertama. Foto awal menjadi foto dokumentasi. Miliki foto bertema pertama kali untuk si bayi. Pertama dimandikan, ditimbang, diberikan baju lucu, dipotong kuku atau rambutnya, atau bertemu neneknya.
2. Angle. Kesulitan saat memotret bayi adalah menemukan sudut pemotretan (angle) terbaik, karena bayi belum bisa menegakkan kepalanya dan lebih banyak tidur. Sebaiknya turunkan sudut pemotretan, potret jarak dekat (close up), atau potret saat dimandikan, saat berguling, atau saat bertumpu di perutnya. Jangan lupakan pula, ada objek penting lain seperti kakek, nenek, saudara, teman dan lainnya.
3. Close up. Bayi memang tampak imut dan lucu. Selain foto aktifitasnya, foto pula secara detil dari jarak sangat dekat (close up atau macro). Aktifkan mode macro yang kini sudah banyak dimiliki kamera ponsel. Potret secara detil ujung jarinya, bibirnya, telinganya yang mungil, dan tentu saja kulitnya yang lembut.
4. Hindari flash. Ingat, jangan pernah gunakan flash saat memotretnya dari jarak dekat karena bisa menganggu matanya yang masih baru tumbuh dan mengagetkannya. Kalau terpaksa harus memakai flash, pantulkan ke atas (bounce) atau kaburkan dengan cara menutupkan tisue, sehingga cahayanya tak terlalu keras.
5. Cahaya alami. Agar bayi tak terganggu, maksimalkan saja cahaya alami dari jendela atau pintu. Memang tak setiap saat bisa digunakan. Sesuaikan pula scene dengan tingkat cahaya alami yang masuk.
6. Tertawa. Aktivitas bayi terlihat membosankan; tidur, menyusui, pipis, dan menangis. Jarang sekali bayi tertawa. Tapi bersabarlah menunggu bayi membuka mulutnya dengan ekspresi gembira. Misalnya saat diajak jalan-jalan di taman dan berjemur.
7. Mendekat. Aktivitas bayi sangat rutin, namun sesekali memunculkan adegan menarik dan lucu. Tetap dekatkan kamera saat menunggunya, agar bisa memotret dengan cepat.
8. Hitam putih. Terkadang, warna latar kurang bagus membangun objek yang kuat. Jangan terpaku pada warna-warni. Efek hitam putih seringkali malah lebih berkarakter kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *