Momentum Emas Film Indonesia

ADA yang mengharukan ketika sutradara Yosep Anggi Noen mengangkat kisah pelarian Wiji Thukul dalam filmnya yang mutakhir, Istirahatlah Kata-kata. Film Pilihan Tempo 2016 ini menceritakan episode pelarian Thukul di Kalimantan selama delapan bulan dengan sederhana, minim dialog, dan berfokus pada situasi psikologis Thukul yang merasa dijauhkan dari keluarga dan kawan-kawannya.

Yang mengharukan adalah bagaimana sang sutradara menyiasati anggaran yang rendah dengan membatasi cerita pada periode tersebut agar ia hanya melibatkan segelintir pemain tanpa mengorbankan sikap politik dan estetika sinematik. Kreativitas ini justru melahirkan karya yang berhasil menembus serangkaian festival film internasional.

Thukul penyair akar rumput yang hilang secara misterius pada 1997. Ia menjadi buron setelah pemerintah Orde Baru menyatakan dia dan beberapa pengurus Partai Rakyat Demokratik bertanggung jawab atas peristiwa berdarah 27 Juli 1996 di kantor Partai Demokrasi Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *