Penyemprotan Masa Depan dengan Drone

Penyemprotan Masa Depan dengan Drone

Drone adalah mesin terbang tanpa awak yang kini berkembang sangat pesat. tak hanya militer yang mengembangkannya sebagai peralatan tempur, tapi juga berbagai kalangan memanfaatkannya untuk melakukan pemetaan, foto udara, pemantauan bangunan, atau sekadar mainan. di bidang pertanian, drone pun mulai dipekerjakan untuk pemetaan kebun dan aplikasi pestisida di perkebunan kelapa sawit.

pertanian tanaman pangan pun tak mau kalah. pt agricon, perusahaan pestisida dan pupuk di bogor, menawarkan aplikasi drone untuk penyemprotan pestisida dan pupuk dengan produkproduk keluarannya. itulah yang khusus dipromosikan pt agricon dalam acara pekan peramalan opt ii di balai besar peramalan organisme tumbuhan (bbpopt) Jatisari, karawang, Jabar, 23- 28 mei silam. “ini penyemprotan masa depan meng gunakan drone. kita menjual jasa pe nyemprotan dengan produk-produk agricon. cepat sekali ini, satu hektar butuh 20 liter dengan waktu 20 menit, dua kali balik.

Drone bisa kita kendalikan dengan android maupun remote,” papar andy gumala, direktur pt asia gala agri, kepada Justan riduan siahaan, irjen kementerian pertanian dan sarsito Wahono gaib subroto, kepala bbpopt saat demo penyemprotan di demplot tanaman padi. hermawan sisnanto, regional sales manager Jawa bagian barat pt agricon menimpali, pengendalian penyakit blas dan hama penggerek batang pada padi paling pas menggunakan drone. alasannya, penyemprotan bisa lebih merata. sedangkan hama wereng yang menyerang di batang tanaman bagian bawah, sebaiknya dikendalikan dengan insektisida sistemik.

aplikasi herbisida untuk tanam tanpa olah tanah juga efektif dengan drone. menurut hermawan, pihaknya juga melayani penyemprotan pestisida di perkebunan sawit. misalnya pada pengendalian ulat api dan ulat kantong, serta gulma. “untuk kebun sawit, tinggi penyemprotan antara 4- 5 meter di atas tanah. sementara pada tanaman padi ketinggian drone hanya 3-4 meter saja,” katanya. tentang biaya, ia menjanjikan, bakal kompetitif. Blas Mewabah selain menawarkan jasa semprot dengan drone, agricon juga tengah mempromosikan produk untuk penyakit blas yang disebabkan cendawan Pyricularia oryzae. produk tersebut adalah blas 200 ec dan inari 72,5 Wp.

“serangan blas sekarang di pantura Jawa luar biasa, bi sa menurunkan produksi sampai 70%,” ung kap hermawan. blas ini mulai menye rang pada daun. bila tidak di kendalikan, serangan akan merambat ke malai sehingga bisa meng akibatkan pa tah leher malai. akhirnya bulir tidak terisi, produksi pun anjlok. guna mencegah serangan blas, ia merekomendasikan perendaman benih de ngan blas 200 ec sebelum disemai. Fungisida berbahan aktif trisiklazol ini dapat mengatasi blas pada daun atau fase vegetatif.

“dengan perendaman, se rangan blas dapat ditekan hingga 30%,” tandasnya. sedangkan untuk memberikan perlindungan pada fase generatif, timpal uus kurnia, sales executive pt agricon wilayah indramayu, ada fungsida baru, inari 72,5 Wp. produk yang baru dirilis 2 Juni lalu ini berbahan aktif ganda, trisiklazol dan metal tiofanat, sehingga tak kalah efektif mengendalikan blas leher.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *