Jagung Naik Harga, Petani Bahagia

Jagung Naik Harga, Petani Bahagia

Produksi sawit di daerah ini terus me nurun karena kekurangan air. “Di tambah pula harga sawit jatuh,” jelas Kus. Sebagian kecil petani di daerahnya yang pada musim gadu ini menanam sing kong dengan alasan khawatir jagung bakal kekeringan, menurut Kus, justru kecele karena hingga akhir Mei hujan masih turun. Pengalaman 2015, pertengahan April saja hujan sudah jarang turun sehingga banyak tanaman jagung yang kekeringan dan terpaksa dijual batangnya sebagai pakan ternak untuk mengurangi kerugian.

Pada musim panen rendeng yang lalu, Kus menanam 0,75 ha tetapi menjualnya dalam bentuk tebon (tanaman muda) umur 83 hari. Pertimbang annya, selain harga tebon cukup mahal, yak ni Rp14 juta, ia juga meng kha watirkan harga jagung turun pada musim panen raya dan mengejar tanam gadu. Sekarang tanaman jagung miliknya tumbuh bagus lantaran masih banyak hujan. “Dan benar saja saat musim panen raya lalu harga jagung yang awalnya Rp3.300/kg tur un hingga Rp1.800/kg,” katanya.

Melorotnya harga jagung, lanjut dia, karena gudang-gudang jagung di daerah nya tidak saja menampung panen dari Pesawaran, tapi disesaki pula jagung dari Pesisir Barat yang sebelumnya bertanam sawit dan kakao. “Bahkan jagung dari Palembang masuk ke gudang di sini,” ungkapnya. Kalkulasi dia, sebetulnya jika harga benih, obat-obatan dan pupuk serta tenaga kerja tidak naik, dengan harga Rp2.000/kg pun petani sudah dapat untung.

“Kami petani mengharapkan harga jagung di atas Rp2.000/kg. Kalau masih Rp2.000/kg kami hanya dapat Rp250/kg karena modalnya sudah Rp1.750/kg,” akunya. Untuk mendapatkan harga jual yang lebih baik, petani di beberapa kecamatan di Pesawaran sebelumnya pernah menjalin kemitraan dengan pihak lain. Namun hanya berjalan satu siklus karena setelah dihitung-hitung petani tidak banyak memperoleh keuntungan. “Apalagi sebelumnya kami dijanjikan akan diberikan biaya olah tanah, selain be nih, pupuk dan obat-obatan tetapi untuk biaya olah tanah tidak direalisasikan,” kenangnya.

Benih Gratis Euforia bertanam jagung di Lampung juga dibenarkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Lana Rekyanti. Ia mengakui, tingginya harga jagung pada akhir tahun lalu mendorong petani untuk memperluas lahan jagung. Menurut Lana, melonjaknya harga jagung tahun lalu terjadi lantaran fenomena El Nino yang berdampak kemarau panjang sehingga saat itu banyak lahan jagung ditanami singkong. Tak pelak luas tanam jagung pun turun, dari 293.521 ha menjadi 338.885 ha atau berkurang 45.364 ha (13,39%). Akibatnya, produksi jagung 2015 hanya 1.502.800 ton atau turun 216.586 ton (12,6%) dari tahun sebelumnya yang sebanyak 1.719.386 ton.

Untuk mendorong perluasan areal tanaman jagung, pada 2016 dilakukan pembagian benih jagung gratis dan alat pengolah tanah di empat kabupaten yang dikelola Dinas Pertanian Kabu paten. Rinciannya, Lampung Se latan seluas 20 ribu ha; Lampung Tengah 17 ribu ha; Tanggamus 1.500 ha; dan Tulangbawang 4.500 ha. Sementara bantuan benih gratis dan alat olah tanah untuk tujuh kabupaten/kota lainnya pendanaan dan pendistribusiannya dikelola Kementerian Pertanian.

Rinciannya, Lampung Utara seluas 6.000 ha; Lampung Timur 16 ribu ha; Way Kanan 13.500 ha; Pesa war an 10 ribu ha; Mesuji 1.500 ha; Pring sewu 4.000 ha; Tulangbawang Ba rat 1.000 ha; dan Kota Metro 4.000 ha. Sampai naskah ini diturunkan, bantuan benih dan alat olah tanah yang dikelola dinas kabupaten/kota sudah didistribusikan kepada petani. Sementara yang dikelola Kementan belum terealisasi, padahal musim tanam kedua sudah lewat dan cuaca mulai memasuki pancaroba.

Dikhawatirkan, ketika benih dibagikan, petani sudah tidak bisa menanamnya karena sudah masuk musim kemarau. Karena itu untuk tahun anggaran 2017, Lana berharap program bantuan benih gratis diperluas dan pengelolaannya diserahkan ke provinsi dan kabupaten. Alasannya, agar bantuan bisa didistribusikan kepada petani tepat waktu sehingga bisa dimanfaatkan oleh petani dalam upaya mencapai swasembada jagung.

Website : kota-bunga.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *