Harga dan Performa Jadi Pertaruhan Bagian 2

Yang jelas, pengguna ponsel kelas menengah tetap bisa menikmati kelengkapan ftur ponsel kelas atas, namun tentu saja bukan kualitas terbaik. Tentu banyak yang sudah merasa cukup memiliki ponsel berkamera 5 MP, tak harus 13 MP bukan? Begitu pula sistem operasi, tak harus yang terbaru seperti Adroid 4.4 KitKat, tapi mungkin sudah merasa cukup dengan Android 4.2 Jelly Bean.

Ponsel kelas menengah tumbuh Menurut Oky Gunawan, Head of Sales Marketing Sony Mobile Indonesia, pasar smartphone kelas bawah yang harganya Rp 1,5 juta ke bawah punya pengguna paling besar, mencapai 65 persen. Sedangkan pasar kelas atas masih di kisaran 15-20 persen, dengan kisaran harga di atas Rp 3 juta. Sisanya adalah ponsel kelas menengah, yang berarti punya kisaran harga Rp 1.5 juta hingga Rp 3 juta.

Meskipun pasar ponsel bawah ini paling besar, namun menurut Oky, pasar smartphone di Indonesia akan terus tumbuh seiring semakin turunnya popularitas feature phone. Pasar smartphone ini tentu saja diisi oleh ponsel kelas menengah dan kelas atas. Hal senada juga disampaikan Janto Djojo, Marketing Director Evercoss yang ditemui di Bandung.

Janto melihat bahwa di pasar kini sudah mulai terjadi perpindahan dari feature phone ke smartphone, meskipun dia tidak punya angka pastinya. Indikasinya, setiap bulan September dan Oktober angka penjualan secara unit turun, tapi valuenya naik. Angka ini bisa dijelaskan, karena harga per unit smartphone tentu lebih mahal daripada harga feature phone. Artinya, jika smartphone terjual satu unit saja, baru bisa diimbangi oleh terjualnya feature phone sebanyak empat atau lima unit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *