Momentum Emas Film Indonesia Bagian 3

Hanya dengan arsip yang baik, film klasik kita bisa dinikmati dan dipelajari. Di sejumlah negara tetangga, seperti Korea, Thailand, dan Malaysia, infrastruktur film itu sudah tersedia. Membanggakan film berpenonton banyak tentu tak ada salahnya setidaknya dari situ kita tahu bahwa film Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tahun lalu beberapa film berhasil memperoleh lebih dari sejuta penonton.

Di antaranya adalah Ada Apa dengan Cinta? 2 (3,6 juta penonton); My Stupid Boss (3,1 juta), Rudy Habibie (2 juta), dan Warkop DKI Reborn (6,5 juta). Film Istirahatlah Kata-kata mungkin tidak akan mendapat penonton sebanyak itu. Tapi kualitas film semacam itu selayaknya dipelihara, bahkan menjadi inspirasi buat sineas lain. Lahirnya para sineas baru harus ditanggapi sebagai momentum untuk membangun film sebagai bagian industri kreatif Indonesia.

 

Momentum Emas Film Indonesia bagian 2

Ada dua hal penting yang patut dicatat di balik terpilihnya Istirahatlah Kata-kata sebagai film terbaik dan Ziarah karya sutradara B.W. Purba Negara untuk kategori skenario terbaik. Pertama, keduanya menandai munculnya sutradara yang lahir dari komunitas film yang marak pasca-reformasi 1998. Sebelum itu, dunia film dikekang Departemen Penerangan, lembaga pemerintah yang mengontrol dan menetapkan banyak prasyarat hanya untuk produksi sebuah film.

Kedua, meski dunia sinema begitu diminati oleh pekerja film berbakat, pemerintah tampaknya belum memahami apa yang dibutuhkan industri film. Pemerintah—kini diwakili Badan Ekonomi Kreatif—selayaknya menyediakan pelbagai infrastruktur, termasuk sarana pendidikan storytelling dan penulisan skenario. Mereka selayaknya juga mendorong pengusaha nasional membangun studio post-production yang baik. Hingga saat ini pekerja film Indonesia masih harus menggunakan studio di Thailand untuk proses pasca-produksi. Sistem arsip perfilman yang berantakan selayaknya juga diperbaiki.

Momentum Emas Film Indonesia

ADA yang mengharukan ketika sutradara Yosep Anggi Noen mengangkat kisah pelarian Wiji Thukul dalam filmnya yang mutakhir, Istirahatlah Kata-kata. Film Pilihan Tempo 2016 ini menceritakan episode pelarian Thukul di Kalimantan selama delapan bulan dengan sederhana, minim dialog, dan berfokus pada situasi psikologis Thukul yang merasa dijauhkan dari keluarga dan kawan-kawannya.

Yang mengharukan adalah bagaimana sang sutradara menyiasati anggaran yang rendah dengan membatasi cerita pada periode tersebut agar ia hanya melibatkan segelintir pemain tanpa mengorbankan sikap politik dan estetika sinematik. Kreativitas ini justru melahirkan karya yang berhasil menembus serangkaian festival film internasional.

Thukul penyair akar rumput yang hilang secara misterius pada 1997. Ia menjadi buron setelah pemerintah Orde Baru menyatakan dia dan beberapa pengurus Partai Rakyat Demokratik bertanggung jawab atas peristiwa berdarah 27 Juli 1996 di kantor Partai Demokrasi Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat.

Hakim Tolak Keberatan Ahok

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menolak nota keberatan atau eksepsi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan tim pengacaranya dalam per kara dugaan penistaan agama, Selasa pe kan lalu. Hakim memutuskan melanjutkan si dang perkara itu. ”Keberatan terdakwa sudah masuk materi perkara sehingga harus dibuktikan di persidangan,” ujar Dwiarso Budi Santiarto, ketua majelis hakim, saat membacakan putusan sela di ruang sidang bekas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Karena alasan keamanan, mulai Selasa pekan ini sidang Basuki digelar di gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. Jaksa akan menghadirkan 41 saksi dan ahli di persidangan. Penuntut umum juga akan menunjukkan 16 alat bukti. Basuki hanya bisa pasrah menerima putusan hakim dan akan mengikuti persidangan berikutnya. ”Saya jalani saja,” katanya.

Ponsel Selfie Ready Stock Part2

Makanya harga di Lazada bisa ditekan jadi Rp2,199 juta saja,” tutur Amin lebih jauh. Bagi para pemburu smartphone dan tablet Samsung, juga bisa melirik booth di lantai dasar Roxy Mas. Harganya promo yang diberikan cukup menggiurkan. Tengok saja Galaxy Tab S 8.4 misalnya, yang hanya dibandrol Rp5,4 juta. Promo lain adalah Rp3,5 juta (Galaxy Tab 4 7”), Rp3,8 juta (Galaxy Tab 4 8”), Rp4,65 juta (Galaxy Tab 4 10”), dan Rp6,5 juta (Galaxy Tab S 10.5”).

Baca juga : Net89

Juga ada Rp1,975 juta (Galaxy Tab 3 Lite 7”) dan Rp1,6 juta (Galaxy Tab 3 7” WiFi). “Kami berani jamin harganya lebih murah dari distributor mas, karena sedang ada promo. Ditambah lagi ada hadiah langsung mulai emas 5 gram, voucher belanja 300 ribu hingga Rp1 juta, dan aksesoris seperti cover case, gym bag, atau stylus pen,” ujar Nia penjaga stan. Benar saja. Saat dicek di toko Samsung, harganya memang lebih mahal Rp500 ribu.

Acer Tiga Kartu Setelah punya beberapa tipe jagoan, ternyata Acer cukup rajin merilis tipe baru. Dua tipe baru yang siap dimiliki adalah Liquid Z200 dan E700. Untuk pemula, Acer menawarkan Liquid Z200 seharga Rp800 ribu, sudah dibekali OS Android terbaru, KitKat. “Ini paling baru mas. Pilihan warnanya ngejreng, ada hitam, putih, pink, biru muda dan kuning,” ujar penjaga toko Erafone yang punya stok beberapa tipe Acer Liquid.

Meski murah, Z200 dilengkapi ftur penting Acer seperti AcerRAPID, sebuah tombol untuk memotret, menjawab dan mengakhiri panggilan telepon. Tipe terbaru satu lagi adalah Liquid E700, android tiga kartu GSM dengan prosesor quad core dan RAM 2GB yang dibandrol Rp2,999 juta. Tiga kartu bersifat triple standby, artinya ketiganya aktif namun jika salah satu nomor ditelepon, maka nomor lain hanya bisa menerima SMS saja. Menurut penjaga toko, Acer Liquid ini diberikan garansi 3 tahun, 1 tahun pertama garansi spare part dan servis, lalu 2 tahun berikutnya garansi servis.

Tum Kerang Dara Untuk 6 bungkus ala Catering Pernikahan Jakarta

Craftoflove.id – Tum Kerang Dara Untuk 6 bungkus ala Catering Pernikahan Jakarta

Bahan: 250 gr kerang darah 2 lbr daun salam 2 cm jahe, memarkan 750 ml air 100 gr kelapa parut kasar 4 bh cabai rawit merah, iris miring 1 sdm air asam, dari 1/2 sdt asam jawa dilarutkan dalam 2 sdm air 1 1/2 sdt garam 2 sdt gula merah, sisir 5 lbr daun salam, potong-potong 2 lbr daun pisang, untuk membungkus

Baca juga : rebornmind.org

Bumbu Halus: 2 btr kemiri, sangrai 8 btr bawang merah 2 siung bawang putih 6 bh cabai merah keriting 2 bh cabai merah besar

Baca juga : revogayahidup.com

Cara Membuat: 1. Rebus kerang, daun salam, jahe, dan air sampai mendidih. Angkat dan tiriskan. 2. Campur kerang, kelapa parut kasar, cabai rawit merah, air asam, bumbu halus, garam, dan gula. Aduk rata. 3. Sendokkan adonan di atas daun pisang. Selipkan satu potong daun salam. Bungkus tum. 4. Kukus dalam pengukus yang dipanaskan 30 menit sampai matang.

Tahu Masak Santan Untuk 5 porsi

Bahan: 3 bh tahu, bagi 4 bagian, goreng berkulit 2 lbr daun salam 1 btg serai, memarkan 4 lbr daun jeruk, buang tulang daunnya 1.250 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 3/4 sdt garam 3 1/2 sdt gula pasir 1 sdt air asam jawa, dari 1/2 sdt asam jawa dilarutkan di dalam 1 sendok teh air 100 gr kerupuk kulit 2 sdm minyak, untuk menumis

Bumbu Halus: 6 btr kemiri, sangrai 1 sdm ketumbar, sangrai 2 cm kunyit, bakar 8 bh bawang merah 3 siung bawang putih 1 cm jahe

Cara Membuat: 1. Tumis bumbu halus, serai, daun salam, dan daun jeruk hingga tercium bau harum. 2. Tambahkan santan, garam, dan gula pasir. Aduk rata. Masak sampai mendidih. Masukkan tahu. Aduk sampai matang. 3. Masukan air asam jawa. Kecilkan api. Masak sambil sesekali diaduk sampai matang. Masukkan kerupuk kulit. Aduk hingga meresap.

Babat Masak Sambal Untuk 3 porsi

Bahan: 500 gr babat 1 btg serai, memarkan 1 sdt garam 1 sdm gula merah sisir 800 ml air 2 sdm minyak, untuk menumis

Bumbu Tumbuk Kasar: 1 cm kunyit, bakar 6 btr bawang merah 4 bh cabai rawit merah 5 bh cabai hijau besar 2 cm jahe 5 lbr daun jeruk, buang tulang daunnya

Baca juga : Catering Pernikahan Jakarta

Cara Membuat: 1. Rebus babat di dalam 1.000 ml air, 2 lembar daun salam, 2 cm jahe, 3 lembar daun jeruk, dan 1 batang serai sampai matang dan empuk. Angkat dan tiriskan. Buang airnya. 2. Potong-potong babat 4×4 cm. Sisihkan. 3. Panaskan minyak. Tumis bumbu tumbuk kasar dan serai sampai harum. Masukkan babat. Aduk rata. 4. Tambahkan garam dan gula merah. Aduk rata. Tuang air secara bertahap. Masak sampai matang dan meresap.

Sup Jahe Jamur Untuk 5 porsi

Bahan: 4 siung bawang putih, cincang halus 6 cm jahe, iris 1 btg seledri, buat simpul 1 bh paha ayam fllet, cincang 100 gr rebung, iris 150 gr jamur tiram, potong-potong 100 gr jamur merang, belah 2 bagian 1 bh tomat merah, potong-potong 1 sdm kecap ikan 2 3/4 sdt garam 1/2 sdt merica bubuk 1 sdt gula pasir 1.000 ml kaldu ayam, dari rebusan tulang paha ayam 2 sdt tepung sagu, larutkan di dalam 2 sdt air 1 btr telur, kocok lepas 1 btg daun bawang, potong serong 1 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat: 1. Panaskan minyak. Tumis bawang putih, jahe, dan seledri sampai harum. 2. Masukkan ayam cincang. Aduk sampai berubah warna. Tambahkan rebung, jamur, dan tomat. Aduk rata. Masukkan kecap ikan, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. 3. Tuang kaldu ayam. Masak sampai mendidih dan matang. Kentalkan dengan larutan tepung sagu. Masak sampai meletup-letup. 4. Tambahkan telur sedikit-sedikit sambil diaduk sampai membentuk serabut. Masak sampai matang. Masukkan daun bawang. Aduk rata. Angkat dan sajikan.

Berkantor Di Tempat Bisnis

sat-jakarta.com – Dari hasil penelitian Regus, perusahaan penyedia solusi bisnis global yang berdiri di Brussel, terhadap 44 ribu responden menunjukkan, para pekerja menghabiskan sekitar lima persen gaji mereka dalam perjalanan menuju tempat kerja. Namun, meski 61% responden mengatakan memiliki kantor di rumah, hanya setengahnya yang menyatakan mereka memiliki ruang kerja yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan untuk menunjang produktivitas.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Padahal, bekerja lebih dekat dari rumah dan memiliki fasilitas operasional layaknya kantor, selain menghemat waktu, juga dapat meningkatkan produktivitas. Untuk menjawab kebutuhan ini, Regus menawarkan solusi fleksibilitas bagi para pekerja dan pebisnis di lebih dari 2.300 lokasi di seluruh dunia. Di Indonesia, Regus hadir dengan pilihan lokasi strategis yang tersebar di 7 kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Bandung, Bali, Makassar dan Medan. Regus menawarkan tidak hanya ruang kantor, tetapi juga didukung dengan fasilitas penunjang bisnis seperti ruang rapat, video konferensi, business lounge, kebutuhan administrasi seperti printer, mesin scan, faksimili, fotokopi dan sebagainya.

Tidak saja ruang kantor fisik, Regus juga menawarkan virtual o­ ce bagi mereka yang membutuhkan alamat bergengsi untuk bisnisnya dengan resepsionis yang menangani telepon dan surat-surat masuk. “Kami menawarkan solusi untuk pengembangan bisnis. Perusahaan tidak harus memiliki kantor yang berpusat pada satu tempat saja, atau harus di kawasan premium bisnis, bahkan karyawan-karyawannya bisa bekerja di kantor cabang Regus yang lokasinya lebih mudah diakses dari rumah sehingga menghemat waktu perjalanan,” ujar Charles Rossi, Presiden Direktur Regus Indonesia.

Hal senada diungkapkan oleh Nina Tursinah, pelaku bisnis yang juga anggota Asosiasi Peng usaha Indonesia (APINDO). Kebutuhan dunia usaha saat ini adalah mencari lokasi perkantoran yang tidak macet dan mudah diakses, bukan lagi menyasar segmen daerah premium. “Lokasi yang penting adalah mudah diakses dari mana pun, dan tentunya harus memiliki fasilitas yang lengkap serta memenuhi standar K3 gedung,” tutur Ketua Bidang IKM dan UKM APINDO ini.

BASUKI DI PERSIMPANGAN JALAN

BASUKI DI PERSIMPANGAN JALAN

F.X. HADI RUDYATMO dan Basuki Tjahaja Purnama memilih berbincang di salah sudut ruangan kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar 27, Jakarta, Rabu pekan lalu. Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini berdiskusi seusai makan malam di rumah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. Mereka menjadi tamu pada peringatan tiga tahun wafatnya Taufiq Kiemas, suami Megawati. Sejumlah tokoh hadir, di antaranya Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan mantan wakil presiden Boediono. Seseorang yang mengetahui pertemuan tersebut mengatakan Ahok panggilan Basuki dan Hadi Rudyatmo atau Rudy mulai berbincang serius setelah Presiden Jokowi meninggalkan rumah Megawati.

Kepada Rudy, Ahok menyatakan ingin kembali menggunakan jalur partai untuk maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. ”Alasannya, Ahok mengeluhkan pendukungnya yang menabrak sanasini,” katanya. ”Dia menyebut langkah pendukungnya kebablasan.” Ahok dan Rudy semula hanya membahas perkembangan kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dengan suap pembahasan peraturan daerah tentang reklamasi Teluk Jakarta yang melibatkan politikus Gerindra, Muhammad Sanusi. Pembicaraan kemudian melebar ke soal pilihan politik mantan Bupati Belitung Timur itu dalam perebutan kursi Gubernur DKI Jakarta. Rudy membenarkan kabar tentang pertemuannya dengan Ahok pada malam itu. Selebihnya, dia memberikan keterangan tidak untuk ditulis (off the record). Ahok pun mengakui berbincang dengan Rudy. ”Kami ngobrol macem-macem. Ia memberi banyak wejangan,” katanya.

Website : kota-bunga.net

Saat ditanyakan apakah pertimbangan melirik PDI Perjuangan karena jaringan relawan pendukungnya berpotensi tersandung perkara suap reklamasi, Ahok menyangkal. ”Enggak, kalau saya enggak dipilih PDI Perjuangan, dukungan (kartu tanda penduduk untuk jalur independen) juga sudah cukup,” tuturnya. Pernyataan Ahok untuk kembali menggunakan kendaraan partai politik dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta menjadi perkembangan terbaru dari manuver politiknya. Ini merujuk pada 7 Maret lalu, setelah Ahok maju lewat jalur independen dengan Heru Budi Hartono sebagai wakil gubernur. Partai NasDem dan Hanura menyatakan dukungan terhadap Ahok. Sinyal kembali dekatnya Ahok dengan PDI Perjuangan juga kontras dengan reaksi petinggi partai itu sesaat setelah pengumuman Ahok maju lewat jalur independen.

TARIK-ULUR ROYALTI TAMBANG

TARIK-ULUR ROYALTI TAMBANG

PERSELISIHAN mengenai royalti dan pajak antara pemerintah dan perusahaan tambang amat merugikan penerimaan negara. Dibiarkan berlarut-larut, sejak 2007 total tunggakan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang semestinya dibayar perusahaan tambang telah mencapai Rp 25 triliun. Ini angka yang tidak kecil, apalagi dalam situasi keuangan pemerintah yang cekak seperti sekarang. Pemerintah mendapatkan royalti tambang dari perjanjian karya pengusahaan penambangan batu bara, kontrak karya mineral, dan izin usaha pertambangan, baik batu bara maupun mineral. Kebanyakan perusahaan kontrak karya belum membayar royalti karena dalam masa renegosiasi kontrak.

Sedangkan royalti izin usaha seret lantaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tak punya tangan di daerah. Meski izin usaha dikeluarkan pemerintah daerah, penerima royalti tetap pemerintah pusat. Masalah kontrak karya dan izin usaha ini cuma bersifat teknis, maka terasa mengherankan kalau pemerintah tak bisa segera menuntaskannya. Yang pelik adalah urusan royalti perusahaan tambang batu bara, dengan tunggakan sekitar Rp 17 triliun. Pengusaha batu bara merasa memiliki piutang, yakni kelebihan bayar pajak pertambahan nilai (PPN). Mereka menuntut pemerintah mengembalikan dulu uang tersebut, baru mereka mau membayar royalti. Namun pemerintah tak kunjung tegas. Kementerian ESDM, yang berwenang soal royalti, dan Kementerian Keuangan, yang menangani pajak, seperti jalan sendiri-sendiri. Akar masalahnya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 144 Tahun 2000 tentang jenis barang dan jasa yang tidak dikenai PPN. Aturan ini membebaskan batu bara dari kelompok barang yang terkena PPN.

Menyusul berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 144, terjadi tarik-ulur yang mengaitkan PPN dengan royalti. Perusahaan batu bara generasi ketiga, yakni yang mendapatkan perjanjian karya sejak 1997, merasa tak perlu lagi membayar pajak pertambahan nilai meskipun kontrak mewajibkan mereka. Pihak Direktorat Jenderal Pajak berkukuh bahwa perjanjian karya perusahaan tambang generasi ketiga bersifat lex specialis dan tidak terpengaruh oleh perubahan peraturan pemerintah. Artinya, mereka terus menarik PPN. Kisruh pun terjadi, perusahaan batu bara membalas dengan menahan pembayaran royalti. Tentu saja pemerintah tidak boleh kalah dalam sengketa fiskal ini. Bagaimanapun, pengusaha batu bara harus menunaikan kewajiban terhadap negara, apalagi jika itu secara jelas tertuang dalam perjanjian karya. Namun negara juga mesti adil.

Menurut para pengusaha batu bara, beda tafsir atas PP 144 terjadi karena pemerintah mendua: ada beberapa perusahaan generasi ketiga di daerah yang ternyata mendapatkan pembebasan PPN. Kalau itu benar, hentikan diskriminasi ini. Peraturan harus berlaku sama bagi semua perusahaan. Sering kali beda tindakan terjadi lantaran kurangnya koordinasi antara kantor pusat dan cabang di berbagai daerah. Pajak dan retribusi penting bagi pengelolaan negara. Sebaliknya, negara juga membutuhkan perusahaan yang sehat dan kuat untuk memutar roda perekonomian. Maka sengketa royalti ini jangan dibiarkan berlarut-larut. Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak dan pengusaha tambang perlu duduk bersama untuk memutuskan penyelesaian yang konkret. Kalau perlu, cari penengah yang adil.